Sabtu, 22 November 2008

Tips Sukses Pesta di Gedung

Tips Sukses Pesta di Gedung By PujiSabtu, kemarin saya pergi menghadiri sebuah acara pernikahan di sebuah gedung di bilangan gatot subroto. Tamu yang hadir cukup lumayan banyaknya. Dan seperti biasa bila sebuah perhelatan di gedung, pastilah banyak gubuk-gubuk yang menyediakan makanan beraneka ragam. Demikian juga hari itu, banyak gubuk-gubuk makanan yang ada. Ketika acara ceremonial selesai, para tamu pun mulai berburu mencari makanan, termasuk saya. Salah satu yang saya buru adalah gubuk bakwan malang. Setelah saya antri panjang (kira-kira 75 orang), begitu tiba giliran saya dengan entengnya penjaga gubuk bilang habis. Tidak hanya saya yang malu, tetapi banyak juga tamu-tamu lain yang malu karena udah antri eh tidak dapat. Terlebih si empunya hajat yang diwakili oleh panitia yang bertugas sebagai bagian konsumsi. Saya lihat dan dengar 2 orang panitia bertanya ke petugas catering: mas bakwan malangnya sudah habis ya? Dijawab: iya. Lalu bagian konsumsi inipun terdiam dengan wajah keheranan. Lalu berlalu, dan keduanya berkata kok udah abis yah, padahal yang makan kan baru dikit ya. Dijawab temannya iya, aneh ya.Itulah sedikit gambaran tentang kejadian yang sering terjadi di sebuah pesta yang berhubungan dengan makanan. Di sini saya akan berbagi solusi dengan seluruh panitia konsumsi agar makanan yang telah kita pesan kepada perusahaan catering dapat dihidangkan sesuai dengan yang kita pesan alias tidak disunat.
1. Bagi yang empunya hajat, biasanya banyak saudara dekat yang datang, maka kerahkan saudara-saudara kita untuk menjadi panitia, yang terbanyak ke bagian konsumsi. Dan pilih orang yang berani dan bertanggung jawab.
2. Panitia konsumsi harus tahu jenis makanan apa dan berapa porsi yang kita pesan.
3. Datang ke gedung lebih awal, dan bilang kepada penanggung jawab catering bahwa kita adalah panitia konsumsi, yang bertugas untuk memantau makanan selama pesta berlangsung. Dan untuk menghilangkan syak wasangka maka kita akan menghitung makanan yang tersedia dengan cara menghitung piring/mangkok/cup yang tersedia di masing-masing gubuk, baik yang sudah dirapikan di atas meja maupun piring/mangkok/cup yang belum dipergunakan. Tiap gubuk harus menyediakan piring/mangkok/cup sesuai dengan pesanan kita. Bila piring yang disediakan tidak sesuai dengan pesanan kita, langsung panggil penanggungjawab catering untuk melengkapi sesuai dengan pesanan kita. Tidak ada alasan bagi petugas catering untuk tidak menyediakan piring atau mangkok atau gelas tidak sesuai dengan pesanan kita. Jangan takut untuk menegurnya, bila perusahaan catering tidak mau memenuhinya, maka catat bahwa piring /mangkok/gelas yang ada tidak sesuai pesanan dan jumlahnya sekian. Untuk masalah ini kita harus tegas, karena disinilah celah catering untuk memberikan makanan tidak sesuai dengan pesanan.
4. Setelah jumlah piring,mangkok,gelas sesuai, maka tiap panitia konsumsi diserahi tugas untuk mengawasi 2 atau 3 gubuk. Panitia bisa dengan mudah mengontrol ketersediaan makanan dengan melihat apakah piring, mangkok, gelas sudah terpakai semua, bila sudah terpakai semua dan makanan sudah habis berarti perusahaan catering menyediakan makanan sesuai dengan pesanan. Tetapi bila piring/mangkok/gelas masih tersedia sedangkan makanan sudah habis, maka catat berapa jumlah piring/mangkok/gelas yang masih ada/belum terpakai dan panggil penanggung jawab catering untuk menyediakan sesuai pesanan.
5. Untuk empunya hajat, pada waktu mau deal dengan perusahaan catering bicarakan dengan jelas dan terang bahwa kita minta pesanan yang diterima harus sesuai jenis dan jumlahnya serta tidak basi. Jika tidak sesuai dengan pesanan, maka yang akan dibayar adalah sejumlah makanan yang kita terima.
6. Jangan membayar full diawal, ini untuk berjaga-jaga apabila perusahaan catering tidak memberikan makanan sesuai dengan pesanan.
7. Percaya dengan perusahaan catering itu wajib, tapi kitapun sebagai empunya hajat wajib pula melakukan pengawasan terhadap perusahaan catering. Bila catering yang benar-benar jujur tidak akan keberatan bila kita lakukan pengawasan terhadap mereka. Kecurangan terjadi karena kita lengah atau malu untuk melakukan pengawasan.
8. Tips di atas sudah pernah kita lakukan dan berhasil 100%. Pada waktu itu perusahaan catering yang kita pakai adalah kelas 1, gedung yang kita pakai sangat luas, malam hari dan jumlah tamu sangat banyak. Di awal kita hitung semua piring, mangkok dan gelas, ternyata banyak gubuk-gubuk yang menyediakan tidak sesuai dengan pesanan, lalu kita tegur pjnya. Tapi pj menjawab tenang aja nggak kurang deh, makanan cukup. Lalu kita jelaskan bukan masalah cukup atau tidaknya, tetapi kita pingin catering mengeluarkan sesuai dengan makanan yang kita pesan. Akhirnya catering mengeluarkan sesuai dengan pesanan yang kita pesan. Dan saya benar-benar takjub, karena baru pada hajatan itu dengan tamu yang suangaaat banyaaaak, gubuk-gubuk makanan sampai acara selesai tetap tersedia. Benar-benar luar biasa, padahal biasanya gubuk-gubuk makanan habis satu persatu. Itulah sedikit info untuk para empunya hajat, mudah-mudahan di masa yang akan datang tidak ada lagi kejadian-kejadian yang memalukan seperti di atas. Good luck!!!